Monday, 7 March 2016

Saya Tidak Lebih Baik (Uh-oh tolong Ekha lagi mellow!)



Saya hanya anak muda biasa.

Saya tak seperti penulis Darwis Tere Liye, yang menulis banyak kisah indah, setiap postingannya di facebook tak pernah absen dishare ribuan penggemarnya.
Saya (bisa juga dibilang) bukan netizan pintar dan cermat, yang dengan lugasnya mengomentari postingan di media social, kemudian mendadak jadi “guru sejarah”, bahkan ada yang dengan senangnya merendahkan Tere Liye serendah-rendahnya.
Goblok katanya? Orang goblok mana yang meladeni orang goblok segitu kerasnya?
Saya pun bukan fanatik partai (yang beritanya) merasa tersinggung.
Intinya saya bukan fanatik apapun dalam artian itu.

Saya hanyalah orang biasa, yang tidak punya “andil” apapun di dalam perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Saya tau diri. Saya belum exist pada saat itu.

Saya hanyalah orang biasa, yang tentu saja akan (sangat) tersinggung saat keyakinan saya tak dihargai, terutama disini, kak, Negeri dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Saya hanyalah orang biasa, yang akan marah saat ada yang merendahkan Indonesia, kampung dan tanah air saya, meski pengetahuan sejarah saya tak sedalam Tere Liye dan para netizen “pintar” itu.

Sudah, jangan ditanya.
Saya hanya orang biasa yang tak tahu apa-apa