Thursday, 11 February 2016

Pasir dari Tanjung Aan

Kita bisa melihat Tanjung Ann dari atas Bukit Merese. Pantainya lagi surut aja masih cantik hihi,

Sumpaah nemu tulisan lama ini di draft! Kirain udah di publish ternyata selama ini...

Hari ke-4 kita di Lombok, tepatnya 18 Agustus 2015 (busett udah berapa bulan yang lalu tuh)
Desma bertekad untuk membawa pasir sebagai oleh-oleh (hah?!), katanya titipan adeknya.
Walau gak sempat bawa pasir dari pulau Gili Trawangan, tenang, ada banyaak pantai yang akan kami datangi selanjutnya. Nah hari itu kami melanjutkan trip dengan menumpang mobil omnya Desma. Sampai disiapkan bekal segala. makasih ya om dan tante :')
 
Mobilnya dibawa sama Bang Jaya, yang tentu saja mengerti jalan dengan sangat baik, trus ada juga Bang Tara temannya Kak Jaya, serta Fia dan Fahri sepupu Desma.

Kiri ke kanan: Bang Jaya, Fahri dan batu akiknya, Bang Tara, Desma, Fia, Kawsar, Ekha (saya sendiri), dan Azizah. Baru berapa hari jalan-jalan kita udah coklat eksotis aja :3

Kami pun berangkat dari Mataram menuju Lombok bagian (kayaknya) Selatan, seperti yang tertera di peta. Tempat 'pertama' (selain Alfamart) yang kami singgahi adalah Selong Blanak. Pantainya sangat indah, dulu sih hanya bisa liat foto-fotonya di Instagram, tapi aslinya indah betttt. Selong Blanak adalah pantai pasir putih --pasirnya halus banget, bisa saya pake buat scrub. hehe.
Alhamdulillah Azizah sudah baikan setelah kemarin sempat flu sepulang dari Gili Trawangan.

 


Banyak bule yang berjemur. Bule mah woles, nah kita? berjemur dikit, gosong :p
Yang motoin sayaaah. suka banget foto ini. suka mereka juga :)
Pantai dengan pasir yang haluss, sehalus diriku *ehh. Ombaknya juga keren buat surfing
<3

Selanjutnya kami meneruskan perjalanan ke kawasan pantai Kuta Lombok dan Tanjung Ann. Nah disini ada namanya Batu Payung, batu yang berdiri tegak bentuknya seperti payung. Kita lebih jelas bisa melihat keindahan pantai dari atas Bukit Marese. Di atas bukit ini kami lesehan menikmati pemandangan sambil makan bekal yang sudah disiapkan tantenya Desma. Dari atas bukit Marese kami sempat mengabadikan sunset. Sumpah indah banget coy. Suasananya romantis parah.



Jarang-jarang nih ekha difoto :3 haha
Lihat batu payung? ituloh batu yang berdiri tegak vertikal. Tapi karena sudah lelah duluan, kita gak sempat lihat batunya dari dekat.



Glorious sunset in Bukit Merese
Tempat yang indah. apalagi gak begitu ramai saat kami kesana.


Hallo temannya Hachiko
Si Desma, yang paling fotogenik. 1..2..3.. bluurrrr!!

Nice swiinngg

Saat udah mau balik, kak Jaya baru kasih tau kalau ada ayunan di bagian lain pantai ini. Ayunan! Dari kemarin-kemarin mau banget main ayunan di pantai. Kami pun segera kesana, dan Alhamdulillah pantainya lagi sepi :'D Berbeda dengan Selong Blanak, tekstur pasir disini lebih kasar, dan banyak sekali karangnya. Cocok untuk aquarium sederhana. Saya, Desma, dan Kawsar pun berencana untuk membawa pulang 'sedikit' pasir. Ada satu kantong penuh pasir dan karangnya, kira-kira 5 kilo beratnya -_-

Tapi sedihnya pasir itu tidak sampai ke Makassar. Jadi pasirnya kan kami bawa ke Bali, di jinjing aja kantongan plastiknya, gak kepikiran untuk dimasukin ke dalam carrier atau daypack. Pas di bandara Ngurah Rai ditahan kan, ya iyalah -_- 

Ini postingan juga gak jelas banget! bahas-bahas pasir masa'. Haha yaudah ngapain juga dibaca sampai selesai. Anjaaaaay, tunggu postingan jalan-jalan selanjutnya!


Ayo kita pulaang!