Thursday, 23 July 2015

Mr. Holiday



Aku sedang meringkuk di sudut paling gelap di ruangan tersebut saat terdengar ketukan pintu. Tok tok tok.. bunyinya berirama dengan detak jantungku. Ya ampun.

"Siapa diluar?", tok tok tok.. Ah iramanya merdu sekali. Aku mengangkat sedikit wajahku, melihat ke arah jendela dan wuss, angin bertiup sepoi-sepoi, membelai tirai dan membiarkan secerca sinar mentari masuk menerangi ruangan yang sudah sangat pengap tapi sebenarnya berukuran cukup luas. Aku berkedip-kedip karena silau kecilnya.

Aku perlahan berdiri, berjalan melintasi ruangan dan berhenti tepat di belakang daun pintu hingga aku bisa melihat teksturnya, meneliti tiap guratan yang tertoreh di permukaannya.
Tanganku menggapai kenop dan dengan sedikit berdebar-debar mulai membuka pintu. Butuh beberapa detik bagi mataku untuk beradaptasi dengan cahaya dari luar.

Yak, not someone but something exactly yang datang kepadaku. Kedua tangannya terbuka, memanggilku untuk datang. Aku terpesona, terpaku memandangnya. Kami bersalaman dan berpelukan seperti sepasang kawan yang lama tak jumpa.
"Lama tak bertemu ya?" Ucapku manis.
"Kamu masih saja seperti itu. Padahal aku selalu menyapa dirimu. Once a week, Ekha", dia menertawakanku. Ah betul juga kenapa aku begitu mendambakannya? Tidak cukup kah aku bertemu dengannya seminggu sekali? Entah.

But its the time. Ini saatnya bagi dia untuk datang, dalam waktu yang lebih lama. Cukup lama untuk membuatmu melakukan banyak hal bersamanya. Membuatmu kembali bertemu sahabat. Menonton koleksi film drama yang sudah tak up to date lagi saking jarangnya dijamah. Pokoknya cukup lama untuk membuatmu bosan dan merindukan kesibukanmu yang dulu.

Setelah beberapa minggu terlewatkan, kami pun akhirnya harus berpisah. Di malam dia berpamitan, dia memberitahuku beberapa hal.
"Jaga kesehatan ya. Supaya kita bisa bertemu lagi".
"Jangan pernah bolos kelas, sekalipun itu sangat membosankan. Karena jika kamu bermasalah dengan nilaimu, waktuku denganmu akan berkurang".

Aku mengangguk padanya, sedikit terharu harus berpisah dengannya. Lagi.
Aku menunggu sampai dia benar-benar tidak kelihatan lagi di ujung jalan.
"Sampai jumpa"
Aku pun berbalik, kembali ke tempatku dan menutup pintu. Saat waktunya tiba dia akan kembali mengetuk pintu itu.

Ya. Sampai jumpa Mr. Holiday :)